Pagi itu, Sevi bangun dengan kepala berat dan hati yang kusut. Ia bahkan tidak ingat kapan tepatnya ia tertidur semalam, entah sebelum atau setelah ia menatap lama notifikasi ponselnya yang menuntut jawaban.Chat dari Arlan.Chat dari dokter Alvaro.Dua pesan dengan bermaksud yang sama… dan sama-sama memengaruhi perasaannya.Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap layar ponsel yang masih menyala. Belum ada balasan. Ia belum membalas siapa pun. Hanya membiarkan semuanya menggantung begitu saja.“Hari apa ini…?” desahnya lirih.Ia berjalan ke dapur dengan langkah malas, membuka kulkas, lalu mengambil bahan yang seadanya. Ikan tongkol, kemangi, cabai merah, dan sedikit bawang.Selama memasak, pikirannya melayang jauh.Ia mengingat pesan Alvaro, “datang ke restoran… tanpa siapa pun.”Ia juga mengingat pesan Arlan, “ke pasar malam yuk.”Entah kenapa, justru yang membuat hatinya berdebar adalah pesan kedua.Karena itu Arlan.Saking lelahnya memikirkan hal-hal seperti ini, Sevi tidak sadar ba
Last Updated : 2025-12-07 Read more