Mobil melaju meninggalkan kediaman Montgomery, namun Evelyn masih duduk tegap di kursi belakang. Jari-jarinya mencengkeram ponselnya erat-erat, buku-buku jarinya memutih. Di ruang keluarga tadi, ia berhasil mempertahankan topeng ketenangan, tersenyum manis, dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi di dalam, ombak kemarahan dan kecurigaan menghantam dirinya bergantian.Percakapan yang ia dengar sebelum masuk tentang dirinya yang "mudah dibodohi", tentang rencana mereka, tentang bagaimana mereka menertawakannya di belakang masih terngiang jelas. Dan yang paling menyakitkan, mereka benar. Selama lima tahun, ia memang buta. Terlalu sibuk mempertahankan bahtera rumah tangga yang ternyata hanya fatamorgana.Tiinggg...Notifikasi ponselnya berbunyi. Gio.Dengan tangan masih sedikit gemetar, Evelyn membuka pesan itu. Namun belum sempat ia membaca, suara sang supir dari depan mengagetkannya. "Nona, kita sudah sampai."Evelyn mengangkat kepala. Di depannya, sebuah gerbang besar dengan lo
Last Updated : 2026-02-15 Read more