Aku hanya tersenyum tipis dan mengangguk, lalu bergegas kembali ke apartemenku. Sesampainya di sana, aku segera mengganti pakaianku dengan celana pendek dan singlet hitam.Tubuhku terasa ringan, namun rasa kantuk yang sangat berat segera menyerang. Aku pun tertidur pulas karena hari sudah sangat larut.Kegelapan menyelimuti pandanganku, hingga perlahan muncul sebuah taman yang sangat indah.Di sana, aku melihat Sabrina. Dia berdiri membelakangiku, bahunya berguncang hebat. Dia sedang menangis."Sabrina?" panggilku pelan.Dia berbalik, wajahnya sembab dan matanya merah. Begitu melihatku, dia langsung berlari dan memelukku erat. "Bima... tolong aku, Bima... aku terpaksa," isaknya pilu.Hatiku sempat luluh. Aku ingin memeluknya kembali, melindunginya seperti dulu.Namun, tiba-tiba bayangan dia bersama pria lain muncul di kepalaku.Aku teringat pengkhianatannya.Dengan perlahan namun tegas, aku melepaskan pelukannya."Kamu sudah punya hidup baru, Sabrina. Kamu sudah memilih dia," kataku d
آخر تحديث : 2026-02-22 اقرأ المزيد