Leonard masih memeluk Aluna cukup lama setelah kata-kata itu keluar.Kalimat kita hadapi sama-sama terus terngiang di kepalanya."Aku nggak nyangka wanita yang dulu aku nikahi karena terpaksa kini menjadi satu-satunya orang yang selalu ada untuk aku, meski nyawanya sendiri dalam bahaya.." gumam Leonard dalam hatinya."Maafkan aku Aluna, gara-gara aku, kamu harus ngalamin ini semua, gara-gara aku, kamu menderita, gara-gara aku kamu hampir terluka.."Leon terus menyalahkan dirinya sendiri sambil memeluk Aluna dengan erat, seolah-olah penyesalannya itu ia luapkan ke dalam pelukan itu.setelah beberapa menit Leonard melepaskan pelukannya perlahan, kedua tangannya masih bertahan di bahu Aluna, seolah takut perempuan itu menghilang kalau dilepas.“Apa Kamu yakin?” tanya Leonard lirih.“Ini bukan masalah kecil, Luna. Darma itu adik tiri ayahku. Dendamnya bukan sehari dua hari.”"Jika kamu tetap disisku kamu akan terluka, aku nggak mau itu
آخر تحديث : 2025-12-11 اقرأ المزيد