Angin hutan berubah.Nggak cuma dingin—tapi berat, penuh tekanan, seolah udara itu sendiri tahu ada sesuatu yang tidak seharusnya ada di dunia ini.Ravika masih berjongkok di samping Arven, tangan dingin menempel di pipi anak itu. Tubuh Arven tremor kecil, seperti ada gelombang rasa sakit yang merambat dari dalam tulangnya.Darman mendekat, jongkok, memeriksa nadi Arven lagi.Nadinya masih ada—tapi ritmenya kacau. Naik turun. Lari lalu jatuh. Seolah tubuhnya bereaksi pada sesuatu yang nggak kelihatan.“Ini bukan sakit biasa,” gumam Darman, suara rendah. “Seolah… ada tekanan dari luar yang ngejepit energi hidupnya.”Ravika terpaku.Tekanan dari luar.Raga.Jantung Ravika naik ke kerongkongan. Suasana hutan mendadak menyesakkan. Setiap helai rumput seperti berdiri, menandakan ada bahaya yang makin dekat.“Darman,” Ravika berkata pelan. “Kamu ngerti apa maksudnya?”Darman menatapnya lama.Wajahnya muram, satu senjata mental yang nggak pernah Ravika lihat sebelumnya.“Kehadiran orang itu…
Last Updated : 2025-11-23 Read more