Pukul enam pagi.Alarm Arven berbunyi nyaring di apartemen kecilnya.Untuk beberapa detik ia lupa di mana dirinya berada.Ia menatap langit-langit kamar yang masih terasa asing.Tidak ada suara penghuni kos yang berlalu-lalang.Tidak ada aroma masakan dari dapur bersama.Tidak ada suara Bima yang biasanya sudah berisik sejak pagi.Hanya keheningan.Arven mengembuskan napas pelan sebelum bangkit dari tempat tidur."Hari kedua."gumamnya pelan.Di waktu yang hampir bersamaan, Ravika juga sudah bangun.Rutinitas di kos tidak berubah.Ia membuka gerbang, menyapu halaman, lalu mengecek pompa air.Namun ada satu kebiasaan yang hilang.Biasanya, setelah menyapu halaman, Arven akan muncul sambil membawa dua gelas teh hangat.Sekarang...Meja teras itu kosong.Ravika tersenyum kecil."Belum juga terbiasa."Ponselnya bergetar.Pesan dari Arven.Pagi.Udah bangun?Ravika langsung membalas.Udah.Jangan lupa sarapan.Tak lama kemudian muncul balasan.Iya.Kamu juga.Sesederhana itu.Namun cukup m
Last Updated : 2026-06-27 Read more