Share

139

Author: Tie Sugianto
last update publish date: 2026-04-16 00:00:19

"Lila sudah lebih dulu kembali ke Singapur dan Tante akan segera menyusul. Jadi Tante sempatkan untuk mampir dulu ke sini."

"Tapi Tan, kemarin di kantor, saya baru aja dapat kiriman bunga dari Lila."

"Bukan dari Lila tapi dari Tante. Tadinya mau pakai nama Tante atau pakai Mamanya Lila, tapi kita kan belum kenal juga jadi ya udahlah daripada bingung Tante akhirnya pakai nama Lila aja."

Mamanya Lila datang ditemani Bu Ning ke rumahku, sama seperti Bu Ning, dia masih terlihat cantik di usianya se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SUAMI BERSAMA   145

    “Mir, aku nggak mau dipenjara, aku nggak mau! Aku harus mukul dia sebelum dia bunuh Seno. Aku nggak salah, aku mau keluar dari sini. Gimana anak-anak kalau aku di sini terus? Aku nggak mau!” aku terisak sambil memeluk Mira.Bayangan tentang gelap dan dinginnya dinding penjara dengan semua ceritanya yang menyeramkan membuatku stres luar biasa. Napasku sesak saat gambaran keadaan di penjara muncul di otakku. Aku yakin aku tidak akan sanggup bertahan hidup di dalamnya, tidak akan pernah sanggup!“Mbak tenang dulu. Mbak nggak akan masuk penjara,” Mira melepaskan pelukanku, dia lalu memegang kedua bahuku kuat-kuat, matanya mencoba meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja.“Tapi kenapa aku masih di sini Mir? Ini sudah malam Mir, kenapa aku belum juga diizinkan pulang? Anak-anak gimana?” tanyaku masih dengan suara parau dan diiringi isak tangis.“Mbak, kalau semua keterangan Mbak sudah dirasa cukup dalam penyelidikan ini pasti Mbak akan diizinkan pulang. Mbak jangan lupa, kita punya

  • SUAMI BERSAMA   144

    Tangan dan tubuhku tidak kuat menahan pintu dari dorongan Prasetyo yang sekuat tenaga, pintu rumah yang jadi satu-satunya benteng pertahananku berhasil dia masuki. Aku mundur perlahan, mencoba menguasai diri sambil melihat ke sekelilingku, mencari benda apa yang sekiranya bisa aku gunakan untuk melindungi diriku dari laki-laki gila yang ada di depanku ini.“Jangan salahkan aku Tari! Kamu yang memaksaku melakukan ini,” Pras menutup pintu dan langsung menguncinya dari dalam. Suara ‘klik’ dari pintu yang dikunci itu bagiku seperti suara pelatuk sebelum peluru siap ditembakkan ke arah kepalaku.“Diam di situ Tari! Kalau kamu mundur satu langkah lagi, aku akan buat kamu menyesal seumur hidup!!”Prasetyo tahu kalau diam-diam aku sedang mendekat ke arah rak pajangan kayu di belakangku yang tingginya hanya sepinggangku. Aku mengincar vas bunga besar yang terbuat dari keramik di rak paling atas.“Jangan mendekat!!” suaraku bergetar.“Oke … Baikah sayang, kita bicara seperti ini saja,” kat

  • SUAMI BERSAMA   143

    “Mas Pras masih buron Mbak.” Seno sengaja datang ke rumah pagi-pagi sekali untuk memberi kabar terbaru tentang Prasetyo.“Jadi aku harap Mbak Tari harus selalu hati-hati, tidak boleh lengah sedikit pun! Untuk hari ini dan besok, aku sama temen-temen nggak bisa terus-terusan di sini dari pagi Mbak, soalnya kebanyakan dari kami harus kerja juga.”“Nggak apa-apa Seno, paham banget kok situasinya. Sebenarnya kemarin aku sudah bilang sama Deko kalau kalian nggak perlu sampai berjaga-jaga terus di sekeliling rumahku, tapi Deko bersikeras untuk tetap meminta kalian ada di sini.”“Mas Deko memang khawatir sekali sama Mbak dan anak-anak, apalagi setelah dia mengalami sendiri kejadian yang tidak menyenangkan kemarin itu,” Seno lalu mengambil segelas kopi hangat di meja yang sudah aku siapkan untuknya.“Iya, tapi aku merasa semuanya akan aman. Pras pasti juga sudah memantau keadaan lewat mata-matanya dan aku mungkin sudah bukan targetnya lagi karena dia harus fokus menyelamatkan dirinya sen

  • SUAMI BERSAMA   142

    “Kamu jadi dapat banyak sekali masalah semenjak kamu ikut membantuku dan almarhum Mas Tris. Kalau saja waktu itu kamu memilih untuk sedikit tidak peduli, mungkin kamu tidak akan mengalami semua ini Ko,” saat masih ada banyak orang tadi aku hanya terdiam tapi dalam diamku rasa bersalah yang aku rasakan semakin lama semakin besar. Apalagi setelah mendengar cerita Deko dan melihat sendiri keadaannya sekarang.“Sudahlah, nggak perlu seperti itu, nggak perlu merasa bersalah. Nggak ada yang salah di sini, bukan salah siapa-siapa, emang dasar Prasnya aja yang sakit jiwa. Jadi ya ... ini semua sudah risikonya ngadepin orang gila kayak dia Tar.”“Tapi Pras sudah membuat kamu jadi seperti ini Ko,” aku mengangkat kedua tanganku dan mengarahkannya pada kaki Deko yang dibalut gips.“Aku masih bisa kembali, aku masih hidup ... dan secepatnya aku bisa pulih lagi buat nyeret Pras ke penjara selamanya. Justru aku masih bisa bersyukur karena aku yang dibawa, bukan kamu. Coba kamu bayangkan kalau kam

  • SUAMI BERSAMA   141

    “Jadi selama ini kamu beneran diculik Ko?!! Orang setua kamu diculik?? Bener-bener aku nggak kepikiran sampai ke situ lho, berarti dugaan Tari bener dong,” kata Hendi sembari melirik ke arahku. Deko baru saja menceritakan awal kejadian yang dia alami, tapi reaksi Hendi sudah heboh seperti biasa. “Siapa yang sudah berani melakukan pekerjaan nista seperti itu Ko?” tanya Hendi lagi.“Tanya aja sama dia nih,” kata Deko menoleh ke arah Seno yang duduk di sampingnya. Kami semua sudah tidak lagi berada di sekitar bengkel, termasuk Aran dan teman-temannya yang dari tadi sibuk membuang puing-puing yang sudah dingin dan tidak berisiko. Selain ditemani Seno, ada beberapa orang dari pihak kepolisian yang segera mengamankan lokasi dengan garis polisi. “Dugaannya mengarah ke Mas Pras,” jawab Seno perlahan.“Dia lagi?! Yakin kamu??” tanya Hendi.“Kan baru dugaan Hen, yang bisa memastikan ya nanti kalau polisi sudah selesai ini semua prosesnya.”“Gimana Seno bisa tahu kalau ini kerjaan si Pras

  • SUAMI BERSAMA   140

    "Mah, Om Deko nggak ada, katanya udah dihubungin tapi nggak nyambung. Kalau adiknya Om Deko baru aja pulang."Dengan ditemani Aran, aku akhirnya memutuskan untuk datang ke salah satu bengkel yang terbakar. Semuanya habis, tapi beruntung kebakaran tidak menjalar karena ada jarak antara bengkel ini dan bangunan lain di samping kanan dan kirinya.Aran bersikeras memintaku untuk menemaninya ke bengkel, dia ingin ikut membantu abang-abangnya yang ada di sini."Tapi nggak ada yang luka kan Nak? Semua karyawannya baik-baik aja kan?""Kalau yang di sana alhamdulillah aman Mah, soalnya kan memang nggak ada yang nginep di bengkel. Kalau yang di sini ada dua yang luka bakar gitu tapi katanya nggak terlalu parah Mah.""Terus yang ngurusin semuanya siapa? Adiknya Om Deko? Tapi ... bukannya kamu pernah cerita kalau dia sudah punya usaha sendiri dan sudah jarang ngurusin bengkel?""Ya dia Mah, mau siapa lagi?"Usaha bengkel ini memang bukan pekerjaan utama Deko, Deko mengambil alih urusan bengkel ka

  • SUAMI BERSAMA   18

    “Ya jadinya mundur lagi, mungkin satu atau dua bulan lagi baru selesai dan kemungkinan untuk yang kali ini aku nggak bisa pulang tiap hari lagi. Paling seminggu sekali atau dua kali.”“Mundur lagi? Kenapa jadi mundur terus sih Mas?”“Kamu kalau nggak percaya tanya aja sama yang tahu tentang proye

  • SUAMI BERSAMA   17

    “Jadi selama ini saya dijebak?”“Dijebak apanya? Yang saya lakukan ke kamu menurut kamu sebuah jebakan?” Hendi balik bertanya pada Mira Karla.“Lalu apa maksudnya semua ini?”“Saya sudah memberi kamu pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya, saya juga tidak pernah memaksa kamu melakukan kejahat

  • SUAMI BERSAMA   16

    “Saya tadi memang terus melihat ke arahnya tapi saya benar-benar tidak punya maksud apa-apa, hanya ingin memastikan siapa orang yang sedang bersama kamu. Maaf kalau sudah mengganggu kalian berdua karena tadi setelah melihat saya Pras sepertinya langsung buru-buru pulang.” "Ibu tidak perlu meminta

  • SUAMI BERSAMA   6

    “Mah tadi ada yang beli chiki dan waktu Adek lihat ternyata sudah kedaluwarsa.”“Waduh, Bapak pasti lupa tidak periksa barang. Arla tolong bantu periksa yang dekat-dekat meja kasir saja ya!”Arla mengangguk dan aku perlahan memeriksa satu per satu rak mulai dari depan ke belakang. Cukup mengejutk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status