공유

137

작가: Tie Sugianto
last update 게시일: 2026-04-11 17:20:37

"Tari....kalau sekarang aku bertanya lagi tentang niatku yang ingin menikahimu, apa kamu tetap akan memberikan jawaban yang sama?"

Pertanyaan Deko membuatku menarik kembali tanganku yang sudah bersiap membuka pintu mobil. Setelah semua benang kusut tentang Lila terungkap, Deko masih memberiku pertanyaan yang membuat hati dan pikiranku kembali kalut.

"Jawabannya akan tetap sama, jadi aku harap pertanyaan kamu malam ini adalah pertanyaan yang terakhir," aku menjawab tanpa menoleh ke arahnya,
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • SUAMI BERSAMA   137

    "Tari....kalau sekarang aku bertanya lagi tentang niatku yang ingin menikahimu, apa kamu tetap akan memberikan jawaban yang sama?" Pertanyaan Deko membuatku menarik kembali tanganku yang sudah bersiap membuka pintu mobil. Setelah semua benang kusut tentang Lila terungkap, Deko masih memberiku pertanyaan yang membuat hati dan pikiranku kembali kalut. "Jawabannya akan tetap sama, jadi aku harap pertanyaan kamu malam ini adalah pertanyaan yang terakhir," aku menjawab tanpa menoleh ke arahnya, ada perasaan takut dalam hati kalau sampai Deko bisa membaca isi hati dari tatapan mataku. "Aku tidak pernah menyukai Lila dan semua sudah terbukti kan tadi. Jadi.....apa yang membuat kamu masih saja menolakku?" "Ini bukan tentang Lila." "Lalu tentang apa? Tentang kamu? Tentang perasaan kamu? Apa kamu benar-benar tidak punya perasaan sedikit pun padaku? Apa kamu masih kurang yakin dengan niatku? Kurang yakin dengan perasaanku? Atau....kamu menilai aku masih kurang baik dan bertanggung jawa

  • SUAMI BERSAMA   136

    “Tidak pernah terjadi apa-apa antara Tante dan Papa kamu! Tante tidak pernah merebut apa pun dari keluarga kamu! Kalaupun ada yang awalnya milik keluarga kamu itu berpindah ke tangan Tante dengan prosedur yang jelas! Selalu ada hitam di atas putih, jadi kamu jangan asal bicara! Tante bukan maling! Apa perlu sekarang Tante panggil Mama kamu ke sini biar bisa cuci otak kamu yang kotornya minta ampun itu!!!” Lila dan Pras terdiam, mereka berdua belum bisa menutupi rasa kaget yang masih tergambar jelas di wajah masing-masing. Aku yakin mereka tidak menduga kalau Bu Ning, Deko dan Seno akan muncul tiba-tiba saat mereka berdua sedang asyik membuka kebusukannya sendiri. Semua ini memang rencanaku, sebelumnya aku sudah menceritakan kecurigaanku tentang Lila pada Bu Ning. Aku juga minta agar ruangan Lila dipasang kamera pengintai baru tanpa sepengetahuan Lila, karena aku yakin cepat atau lambat Lila akan kembali kasar padaku. Hari ini firasatku terbukti benar, dari pagi sejak aku data

  • SUAMI BERSAMA   135

    “Kok nggak kaget Mbak? Apa sudah tahu kalau dia ini teman saya?” Lila lalu menghampiri temannya, dia berdiri tepat di sampingnya, keduanya lalu tersenyum.“Jelaslah dia tahu. Dia sudah cari-cari info dari mantan adikku, dia juga sudah ketemu sama karyawan yang kamu pecat itu.”“Pantas saja kamu tahu semuanya Mbak. Kita berdua mungkin kurang rapi juga Mas mainnya, payah kamu Mas Pras…ha…ha..ha,” Lila mencubit lengan Prasetyo dengan tatapan genit, ya, seperti yang sudah aku duga, Prasetyo ada di balik semua ini. Mereka berdua bersekongkol.“Itulah kenapa aku tidak bisa berhenti menyukainya Lila, dia ini tidak hanya cantik tapi juga cerdas, feelingnya tajam, hampir nggak pernah meleset. Tapi sayangnya dia nggak bisa milih laki-laki, masa udah pengalaman hidup sama Trisno, sekarang malah deketnya sama Deko. Kan nggak naik level kalau begitu, masih di situ-situ aja. Nggak pernah belajar dia ini,” selama bicara pandangan Pras lurus ke arahku, dia bahkan tidak melihat ke arah Lila saat di

  • SUAMI BERSAMA   134

    Lila sepertinya sengaja memberiku setumpuk pekerjaan yang tidak kunjung selesai di hari libur ini, bahkan sampai sore hari.“Semuanya sudah selesai aku kerjakan, kalau ada koreksi kamu bisa langsung hubungi aku. Sekarang aku pamit pulang sebelum di luar mulai gelap,” kataku berpamitan sambil meletakkan beberapa berkas di meja Lila.“Yang di map merah itu kan belum Mbak kerjakan,” katanya tanpa melihat ke arahku, aku langsung mengambil map itu dan membukanya.“Kalau yang ini aku bisa kerjakan di rumah, nanti aku langsung kirim setelah semuanya selesai.”“Saya mau itu selesai sekarang, saya tunggu!” katanya dingin tanpa melihat ke arahku.“Tapi rasanya ini sudah di luar kesepakatan kita,” aku kembali meletakkan map itu di mejanya.“Kesepakatan? Kesepakatan apa ya Mbak? Siapa yang sepakat?” Lila membuka kaca matanya dan mulai fokus melihatku.“Terakhir di depan Bu Ning kamu bilang akan secepatnya merevisi jobdeskku dan mengirimnya, tapi sampai sekarang kamu belum melakukannya. Dan

  • SUAMI BERSAMA   133

    “Maaf kalau hanya untuk sekedar bicara saja saya sampai harus mengajak Ibu dan Bapak ke sini. Saya harus berhati-hati karena saya tidak tahu apa orang-orang di luar itu bener-bener pembeli atau bukan, saya takut diawasi.”Demi bisa bicara dengannya, kami berdua harus keluar dulu dari restoran dan kami harus memastikan telebih dahulu kalau kami tidak diikuti seseorang.“Saya tahu Ibu dan saya percaya Ibu orang baik. Siapa pun yang tidak disukai Bu Lila berarti dia orang baik.”“Kok Mas bisa bilang begitu? Mas tahu….sesuatu tentang saya?”“Bukan hanya saya Bu tapi semua yang ada di butik tahu tentang Ibu, karena sebelum Ibu datang kami sudah diminta untuk tidak terlalu dekat dengan Ibu.”“Lila yang minta seperti itu? Saya kenapa memangnya?”“Karena……Ibu bermasalah katanya.”“Bermasalah? Saya bermasalah kenapa?” tanyaku sembari tersenyum sedangkan Deko semakin serius mendengarkan.“Kami tidak tahu pasti maksudnya Bu Lila apa tapi yang jelas kami diminta untuk membiarkan Ibu menge

  • SUAMI BERSAMA   132

    “Nggak ada alasan buat curiga sama Lila, kemarin dia sudah jelasin semuanya dan menurut aku alasan dia ngaku-ngaku itu masih masuk akal. Tujuan dia kan memang sengaja cari-cari masalah sama kamu buat urusan kerjaan.”“Aku kira beneran ada masalah penting yang mau kamu bicarakan, ternyata masih tentang dia lagi. Kalau memang nggak ada hal lain yang mau kamu bahas sama aku, lebih baik aku balik kantor sekarang Ko.”“Sebentar dong Tar, jangan salah paham dulu!”Deko mengajakku makan siang berdua hari ini dan aku mau karena dia bilang ada hal penting yang perlu dibicarakan. Ternyata dari awal kami bertemu dia hanya membahas soal Lila yang bagiku itu tidak penting sama sekali.“Aku juga susah jelasinnya ke kamu Ko tentang ini karena sekarang kamu pasti nggak akan percaya lagi sama aku,” suasana siang yang terik ikut menambah suhu hatiku yang dari tadi sudah panas.“Bukan aku nggak percaya sama kamu Tar, tapi kemarin kan kamu lihat sendiri ada Ibunya Sika yang juga jadi saksi waktu dia

  • SUAMI BERSAMA   118

    “Mbak tolong usir dia dari sini. Aku udah eneghh banget liat muka dia, lagian dia ngapain ke sini tiap hari? Aku udah sehat, lusa juga udah boleh kerja lagi sama dokter.”“Dia ke sini kan buat bantu kamu, sampai tiap hari bawa makanan untuk kamu sama anak-anak. Masa orang datang jauh-jauh dengan n

  • SUAMI BERSAMA   117

    “Saya mohon dengan sangat Mbak mau berbaik hati untuk mencabut laporan atas Ibu saya. Ibu saya yang sekarang sudah jauh berbeda dengan Ibu saya yang dulu Mbak. Pikirannya kacau, jiwanya terganggu, yang dibutuhkan Ibu saya bukan penjara tapi rumah sakit jiwa. Saya mohon pengertian dari Mbak, saya mo

  • SUAMI BERSAMA   116

    “Kamu harus tanggung jawab Tari!! Dasar pembunuh kamu!!”“Lepasss!!!” suara Deko jelas terdengar membentak perempuan gila yang sudah menarik kerudungku, tangannya langsung melepas kerudungku.“Perempuan gila!!” kataku saat sudah berhadapan langsung dengan Kanti.“Kamu yang gila! Kamu pembunuh!!”

  • SUAMI BERSAMA   115

    "Arla udah coba buat berhenti tapi kenapa nggak bisa terus Mah?""Nggak perlu dipaksa harus berhenti. Teruslah ucapkan doa buat Bapak karena saat ini yang paling Bapak butuhkan adalah doa dari kamu Nak. Tarik napas panjang terus hembuskan perlahan biar nggak terlalu sakit dadanya. Pelan-pelan, nant

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status