Sampai di bandara Yasmine merasa bersalah. Reno yang menyeret koper sendirian. “Aku bantu ya,” ucap Yasmine ingin mengambil alih koper besar di tangan kiri pria itu. “Jangan aneh-aneh. Ini berat, Yasmine.” Reno dengan tegas.“Aku mau bantu,” lirih Yasmine.“Cukup kamu diem, nggak merepotkan saja itu buat aku sudah senang, Sayang.” Reno yang menghentikan langkahnya.“Beneran?” Suara lembut Yasmine yang terdengar imut membuat Reno merasa gemas.“Iya.” Reno memeluk Yasmine sesaat di tengah kerumunan.“Baiklah.” Wanita itu tersenyum sangat manis.Dimas dan Sesil merasa geli sendiri melihat pasutri itu. Padahal, mereka juga tidak kalah mesra. “Eh, itu private car kita.” Dimas menunjuk ke arah mobil. Mereka pergi ke sana. Yasmine lagi-lagi mual kembali. “Huek!” Wanita muntah di pinggir trotoar. “Kamu masih kuat nggak?!” Sesil panik.“Masih kok.” Yasmine tersenyum tawar.Reno langsung membukakan pintu. Pria itu membawa masuk ke dalam mobil sang istri. Yasmine langsung bersandar di kurs
Last Updated : 2026-01-27 Read more