Mereka tiba di ruang makan yang dihiasi dengan lampu gantung kristal dan meja panjang dari kayu jati solid. Pelayan mulai menghidangkan menu makan siang, mulai dari Creamy Mushroom Soup sebagai pembuka, hingga Wagyu Steak dengan saus truffle yang aromanya menggugah selera. Nenek Martha menarik kursi tepat di sampingnya untuk Amara. "Ayo, Nak, duduk di sini. Kau harus makan banyak. Rian bilang kau baru pulih dari operasi, kau terlihat sedikit pucat." "Terima kasih, Nek. Mas Darian memang sangat memperhatikan asupan makananku selama di Penthouse," jawab Amara sopan, melirik Darian yang duduk di seberangnya. "Memperhatikan atau memaksa?" goda Nenek Martha yang membuat Amara tersipu. Selama makan siang, percakapan mengalir deras. Nenek Martha menceritakan kembali dengan sangat detail bagaimana Amara menyiramkan kopi ke gaun gadis sombong di supermarket. Kakek Bill mendengarkan dengan serius, sesekali mengangguk bangga. "Dunia bisnis Solterra itu kejam, Amara," ujar Kakek Bill sa
Last Updated : 2025-12-27 Read more