Rina mengepalkan tangannya begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih dan menancap di telapak tangan. Air mukanya benar-benar menunjukkan rasa geram yang memuncak. Ia menatap Ervan dengan pandangan yang sarat akan rasa muak.Muak pada arogansi pria itu, muak pada egonya yang setinggi langit, dan muak pada cara Ervan yang selalu memandang rendah orang lain seolah dunia ini hanya berputar di bawah telapak kakinya.Di mata publik, Ervan adalah sosok yang sempurna. Dokter spesialis bedah yang ramah, berwibawa, dan memiliki kehidupan rumah tangga yang tampak sangat menakjubkan. Namun, hanya Rina yang tahu betapa busuknya sisi dalam pria ini.Ervan melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka. Ia mencengkeram dagu Rina dengan jari-jarinya yang kuat, menekannya hingga Rina sedikit meringis kesakitan."Jangan menatapku seperti itu, Rin. Aku tahu, jauh di lubuk hatimu, kamu pasti akan memilih untuk tetap tinggal di sini," bisik Ervan, suaranya terdengar seperti dengusan licik. "Menjadi istrik
Last Updated : 2025-12-27 Read more