Abra segera pulang, tak sabar ingin menikmati makan malam dengan sang istri dan mertuanya.Begitu pintu terbuka, Serayu menyembulkan kepalanya dari dapur sambil mengeringkan tangannya dengan handuk kecil. Wajahnya tampak cerah, ada kilau bahagia yang sulit disembunyikan saat mendekati suaminya.“Mas mandi dulu … setelah itu kita makan sama-sama.”Abra mengangguk setuju—mencondongkan tubuh, mencuri sebuah kecupan singkat di kening istrinya—begitu cepat, begitu tiba-tiba hingga Serayu hanya bisa terpaku, menganga tak percaya melihat tingkah random suaminya.Beberapa saat kemudian, Serayu menyusul ke kamar untuk menyiapkan pakaian Abra.“Belum makan saja saya sudah kenyang lihat wajah cantik istri dokter Abra,” goda Abra, matanya menyipit nakal, setelah berpakaian santai.Serayu langsung manyun. “Bener, ya? Kalau gitu kamu jangan makan, Mas!” Abra tertawa—memeluk istrinya dari belakang, dagunya bertumpu lembut di bahu Serayu. Ia mencium pipi istrinya, gemas. “Kamu nggak boleh coba masakan
Last Updated : 2025-12-03 Read more