Selene menoleh sekali lagi pada Lucien, Jayreth, dan Sylar tatapan penuh permintaan maaf yang tak terucap lalu akhirnya mengalah. Ia tahu, jika ia menunda satu detik saja, Dirian bisa benar-benar kehilangan kendali.Ia pun masuk ke dalam kereta.Pintu tertutup.Kereta mulai bergerak, meninggalkan halaman istana, meninggalkan pesta yang masih diliputi bisik-bisik dan tatapan waspada.Di dalam kereta, Dirian duduk kaku, pandangannya lurus ke depan, rahangnya masih mengeras. Selene duduk di sampingnya dalam diam, tahu bahwa malam ini bukan waktunya untuk banyak kata.Dirian menjadi jauh lebih pendiam dari biasanya.Bukan diam yang dingin, bukan pula diam yang menjauh, melainkan diam yang teng
Terakhir Diperbarui : 2026-02-23 Baca selengkapnya