Share

636. Bukan masalah sepele

Penulis: Raisaa
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-23 08:00:43

Keheningan itu pecah bukan oleh musik, melainkan oleh rasa takut yang menyebar cepat karena semua orang di aula tahu, pada detik itu, Dirian tidak sedang berbicara sebagai seorang tamu pesta.

Dirian benar-benar murka.

Bukan kemarahan yang meledak dengan teriakan liar melainkan amarah pekat yang menekan udara, membuat setiap orang di aula merasa napas mereka ikut tertahan.

Aura itu b

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   638. Bukan Dewa

    Ilard menegang. Ia menatap Selene, seolah sedang menimbang sejauh mana ia boleh jujur.“Bukan soal suka atau tidak suka, Yang Mulia,” katanya hati-hati. “Namun fokus yang terpecah membuat pengawasan melemah. Dan saat pengawasan melemah… celah akan muncul.”Selene kembali menoleh ke luar jendela.Di bawah sana, suara protes mulai meredup. Pengawal istana bergerak teratur, membentuk barisan, mendorong para bangsawan itu menjauh dari pintu utama. Tidak ada kekerasan berlebihan hanya ketegasan yang tidak memberi ruang tawar-menawar.Selene tersenyum tipis. Senyum yang tidak mengandung kemenangan, hanya pemahaman.“Dirian tidak pernah bertindak tanpa alasan,” katanya pelan, lebih kepada d

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   637. Kekacauan yang lain.

    Selene menoleh sekali lagi pada Lucien, Jayreth, dan Sylar tatapan penuh permintaan maaf yang tak terucap lalu akhirnya mengalah. Ia tahu, jika ia menunda satu detik saja, Dirian bisa benar-benar kehilangan kendali.Ia pun masuk ke dalam kereta.Pintu tertutup.Kereta mulai bergerak, meninggalkan halaman istana, meninggalkan pesta yang masih diliputi bisik-bisik dan tatapan waspada.Di dalam kereta, Dirian duduk kaku, pandangannya lurus ke depan, rahangnya masih mengeras. Selene duduk di sampingnya dalam diam, tahu bahwa malam ini bukan waktunya untuk banyak kata.Dirian menjadi jauh lebih pendiam dari biasanya.Bukan diam yang dingin, bukan pula diam yang menjauh, melainkan diam yang teng

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   636. Bukan masalah sepele

    Keheningan itu pecah bukan oleh musik, melainkan oleh rasa takut yang menyebar cepat karena semua orang di aula tahu, pada detik itu, Dirian tidak sedang berbicara sebagai seorang tamu pesta.Dirian benar-benar murka.Bukan kemarahan yang meledak dengan teriakan liar melainkan amarah pekat yang menekan udara, membuat setiap orang di aula merasa napas mereka ikut tertahan.Aura itu begitu nyata hingga beberapa bangsawan tanpa sadar mundur setapak, seolah jarak beberapa langkah saja bisa menyelamatkan mereka dari tatapan Duke yang kini membeku.Sylar adalah yang pertama bereaksi saat melihat Selene bergerak.Begitu Selene melangkah cepat dari kelompok bangsawan senior, Sylar langsung meninggalkan posisinya, instingnya bekerja lebih dulu daripada pikirannya. Ia tahu betul raut wajah Dirian itu bukan

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   635. Wanita yang mirip

    Tuan Moreau menatap Mona dengan sorot mata yang berubah bukan lagi tenang seperti sebelumnya, melainkan tajam dan penuh perhitungan.“Di mana kau melihatnya?” tanyanya, suaranya rendah namun tegas.Mona mengangkat wajahnya. Napasnya masih sedikit tersengal, namun matanya jernih yakin. “Di luar,” jawabnya cepat. “Dia sepertinya baru saja keluar. Ayah… aku harus menemuinya.”Ia melangkah maju, berniat melewati Tuan Moreau. Namun suara ayahnya menghentikannya tepat sebelum ia benar-benar melangkah lebih jauh.“Mona,” panggilnya.Langkah Mona terhenti. Ia menoleh, menatap ayahnya.“Apa kau yakin?” tanya Tuan Moreau. “Kau yakin or

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   634. Berhubungan dengannya.

    Napas Viviene terengah, dadanya naik turun cepat. Rantai di pergelangan tangannya bergetar seiring tubuhnya yang menegang, seakan kemarahannya sendiri ingin memutus besi itu. Matanya merah bukan karena air mata, melainkan karena amarah yang akhirnya meluap tanpa sisa.Rafael tidak langsung bereaksi.Ia tetap berjongkok di hadapannya, wajahnya tenang, nyaris lembut jika tidak tahu apa yang tersembunyi di balik tatapan itu. Tangannya terangkat perlahan, jari-jarinya bergerak dengan satu gerakan pendek, terputus, seperti tanda.Josh menyeringai. “Jangan berteriak,” katanya santai. “Suaranya jelek. Dan kau tidak sedang dalam posisi untuk menuntut jawaban.”“Aku tidak menuntut!” Viviene membalas, suaranya serak. “Aku bertanya. Katakan sekarang

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   633. Seseorang yang tidak terbayangkan

    Tidak ada nada menuduh. Tidak ada desakan. Kalimat itu diucapkan begitu saja dan justru karena itu terasa lebih berat.Dirian berbalik untuk pergi.Jay menatap punggungnya, jemarinya mengepal di sisi piring yang belum tersentuh. Ada banyak hal yang ingin ia katakan tentang Viviene, tentang pencarian yang buntu, tentang kegelisahan yang tidak pernah ia akui. Tapi semua itu tertahan di dadanya.Langkah Dirian berhenti sesaat, seolah ia mempertimbangkan sesuatu. Namun ia tidak menoleh.“Pastikan kau tetap seperti yang kau yakini,” tambahnya singkat, lalu melanjutkan langkahnya keluar.Jay ditinggalkan sendirian.Ia menatap makanan di depannya, uapnya mulai memudar. Kata-kata Di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status