Pagi baru saja merekah di langit Jakarta ketika aroma bunga segar memenuhi ruang rawat Anaya.Perawat baru saja datang mengganti vas mawar putih di meja sisi ranjang. Anaya masih terbaring santai sambil menatap lembut ke arah bayi mungil yang tertidur di pelukannya.Sementara itu, Raka sibuk menyiapkan botol susu kecil, walau wajahnya jelas memperlihatkan kepanikan level ayah baru.“Mas, tenang aja. Ini bayi, bukan bom waktu,” goda Anaya sambil menahan tawa.Raka menoleh panik.“Tapi yang, kamu yakin nggak apa-apa aku pegang? Tangan aku dingin banget nih!”“Mas, dia bayi kita, bukan bos besar,” jawab Anaya geli.“Coba deh, pelan-pelan aja, Mas.”Raka menarik napas dalam, menatap wajah mungil itu, lalu dengan hati-hati menggendong. Bayi kecilnya meringkuk di dada Raka, matanya setengah terbuka, menguap manis.Raka membeku. “Astaga, yang, dia nguap! Lucunya kebangetan!&
Last Updated : 2025-12-15 Read more