Angin meniup lembut wajah Hera, membawa aroma manis yang lembab, anggur yang melimpah baru saja dipetik dari perkebunan milik kakeknya, semua pekerja sedang sibuk memetik buah anggur dalam diam, tidak ada pembicaraan diantara mereka. Rambut Hera ditimpa matahari siang yang masih suram, samar-samar indra nya mencium sesuatu jauh di belakangnya, bau asing yang mengingatkan Hera pada Dubai.Parfum, rempah, logam, dan ketakutan.Ia menggeleng cepat. Berusaha untuk fokus. Semua kengerian yang sudah ia alami harus terbayarkan dengan pemandangan dan suasana tenang di perkebunan milik kakeknya. Bukankah hal itu semuda berlalu, ia tidak perlu mengingat hal itu lagi.Namun hatinya tak sepenuhnya percaya dengan ritme kerja Ruben yang secepat kilat. Pria itu mampu meng-handle segalanya. Kemarin ia masih berusaha lari dari jaringan penjualan wanita, tergantung di udara, merasakan kemewahan yang luar biasa di dalam pesawat pribadi, mobil mahal, pengawal dan kakeknya. Kini ia sudah berada di Ita
Last Updated : 2025-11-25 Read more