Suara mesin mobil Tristan perlahan menghilang, meninggalkan Binar dan Bhaga dalam kecanggungan yang aneh. Pelukan mereka belum terlepas. Lampu teras menerangi wajah mereka yang saat ini sedang saling mencuri pandang. “Lepaskan aku, Bhaga,” ucap Binar. “Tidak,” jawab Bhaga, dia malah merapatkan pelukannya. Wajahnya kini menyeruk ke leher Binar. “Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Tidak akan.” Mereka berdiri begitu selama beberapa saat, tak ada yang bergerak atau membuka suara.Kemudian, Bhaga menarik napas dalam dan perlahan melepaskan pelukan, tapi tangannya masih melingkar di pinggang Binar. “Aku minta maaf,” kata Bhaga dengan lembut. Matanya menatap Binar dengan penuh ketulusan dan kerinduan yang mendalam. “Untuk semuanya. Untuk kata-kata kejamku sewaktu di rumah desa, untuk ketidakberdayaanku saat dihujani tekanan, untuk kebodohanku karena membiarkan kau marah dan menyerah.” “Aku minta maaf, karena meluapkan kemarahan padamu. Aku terbakar cemburu.” dia menghela napas.
Last Updated : 2025-12-25 Read more