/ Romansa / Di Ranjang Majikanku / 136. Sshh, Nikmati Saja

공유

136. Sshh, Nikmati Saja

작가: Keke Chris
last update 게시일: 2025-12-25 11:03:25

Bhaga benar-benar membuktikan ucapannya. Dia sedang tersenyum lebar saat menggandeng Binar memasuki kamar hotel terbagus di daerah itu.

“Lumayanlah. Setidaknya kita tidak akan bosan saat mengurung diri di sini,” ucap Bhaga sambil tersenyum menggoda, membuat Binar menelan ludah.

Bagaimana tidak, hotel terbagus di tempat itu pun jauh dari ekspektasinya. Tapi saat dia menoleh dan melihat wajah Binar yang sedang merengut, hatinya kembali melonjak bahagia.

Pagi tadi, mereka berdebat karena Binar
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (6)
goodnovel comment avatar
Happy Supriyanto
semoga segera hadir Beby nya badga dengan binar
goodnovel comment avatar
Elisda Turnip
gitu dong Bhaga..jd laki hrs punya prinsip dan jgn jai bodoh kyk kerbau dicucik hidungnya..kasih pelajaran tuh si selene tanpa ampun..akhirnya sinenek tua tersadarkan oleh faktadidpnmatanya..
goodnovel comment avatar
Kuseri
smgt binar hehe
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Di Ranjang Majikanku   292. Tak Tahan Lagi

    Semakin malam, obrolan mereka tak lagi ringan. Interaksi mereka terasa semakin intim, dengan tatapan mata yang mulai ada percikan gairah dan sentuhan kecil yang menggoda.Bhaga masih duduk dengan santai, tapi matanya tak bisa lepas dari memindai Binar. Leher yang terekspos, tulang selangka yang mengintip sebagian dan dua bulatan favoritnya yang kini tertutup gaun ketat, membuatnya semakin terpancing gairah. Pikirannya sudah kemana-mana.Binar sengaja memainkan sendok kecilnya, menjilat dengan tatapan nakal ke arah Bhaga, dan menggigit pinggiran bibirnya. Dia juga sengaja menempelkan dadanya ke pinggiran meja dan saat Bhaga melihatnya, dia menjilat bibir bawahnya.“Kenapa liatin aku terus?” tanya Binar dengan suara lembut tapi penuh godaan, matanya berkilat nakal.Bhaga tersenyum miring, suaranya rendah dan berat, “Karena dari tadi aku mambayangkan payudara kamu yang lagi aku lihat ini sedang aku hisap pelan sambil kamu mendesah di bawahku.”Darah Binar berdesir hebat. Tubuhnya langsun

  • Di Ranjang Majikanku   291. Bintang Berlian

    Pakai ini.Dua kata itu tertera di kartu yang tersemat di atas sebuah kotak berwarna merah marun. Binar menemukannya di atas kasur bersama dengan sebuah jaket tebal di samping kotak itu.Binar membuka kotak itu. Sebuah gaun panjang berwarna navy dengan potongan sederhana di depan dan punggung yang terbuka sedikit, ada di dalam sana. Dia mengangkatnya, menempelkan ke tubuhnya yang masih terbalut handuk, dan tersenyum. Tangannya mengelus gaun itu, kainnya begitu halus dan jatuh mengikuti lekuk tubuh.Bhaga pasti mempersiapkan ini semua sebelum berangkat. Lagi, Binar tersenyum bahagia.Dia memakai gaun itu di depan cermin kamar hotel, melihat bagaimana kain itu jatuh di pinggul, dan belahan di belakang memperlihatkan garis tulang belakangnya. Tubuhnya memutar sedikit, melihat dari samping. Cantik, dia terlihat cantik sekali. Dia bahkan tak tahan untuk memuji dirinya sendiri.Binar mengambil sepasang anting mutiara kecil dan memakainya, masih dengan wajah yang cerah.Di luar kamar, Bhaga

  • Di Ranjang Majikanku   290. Malam Pertama Di Paris

    Setelah membersihkan diri, Binar tak banyak bicara. Dia kelelahan parah dan badannya belum bisa beradaptasi dengan dinginnya udara di Paris. Maka, malam pertama ini, mereka memutuskan untuk tidak pergi jauh.Petugas hotel merekomendasikan sebuah bistro kecil di sudut jalan, hanya sekitar lima menit bila berjalan kaki. Mereka langsung setuju lalu memilih berjalan santai sambil bergandeng tangan dan mengobrol ringan. Tanpa reservasi, dan interiornya sangat nyaman seperti berada di dalam ruang keluarga.Saat sampai, Bhaga mendorong pintu kayu yang sedikit berat, dan lonceng kecil di atas pintu berbunyi.Bistro itu kecil. Mungkin hanya ada sepuluh meja. Dindingnya bata ekspos, dihiasi hiasan dinding sederhana yang unik dan cermin bundar berbingkai emas yang sudah sedikit pudar. Lampu-lampu yang tak terlalu terang menggantung rendah, menciptakan bayangan hangat di setiap sudut. Lantai kayu berderit pelan setiap kali ada pelayan lewat.Mereka duduk di pojok, menghadap pintu. Bhaga memesan d

  • Di Ranjang Majikanku   289. Charles De Gaulle

    Binar baru saja menuang teh ketika Bhaga duduk di seberangnya dengan sebuah amplop di tangan.Bhaga tidak bicara. Dia hanya melirik Binar dan tersenyum kecil, lalu meletakkan amplop itu di meja dan berdeham kecil sambil memberikan kode ke amplopnya.Dengan sangat pelan, seolah berhati-hati, Binar mengambil amplop itu sambil mengernyit. Dia membukanya dan terperangah. “Bhaga, ini—““Iya.” Bhaga tersenyum lebar. "Kita pergi."Kali ini Binar tak lagi berhati-hati, tangannya gegas menarik keluar dan matanya berkaca-kaca.Dua lembar tiket pesawat kelas bisnis. Binar membolak-balikkan berulang kali, masih tak percaya. “Paris. Charles de Gaulle. Keberangkatan Jumat malam.” Dia membacanya dengan suara yang sedikit bergetar.Namun kemudian, kepalanya mendongak cepat. "Ardan?" tanya Binar."Sama Maryam dan Sari. Mami juga akan datang. Ardan juga sudah setuju, katanya Papi dan Bunda liburan dulu biar tidak capek."Air mata menitik, Binar membaca tiket itu lagi, melihat tanggal keberangkatan juga

  • Di Ranjang Majikanku   288. Ingin Kembali Menghilang

    Ketika Binar keluar dari lobi stasiun televisi tersebut, mobil Bhaga sudah menunggu di pelataran lobi. Dia sudah melihatnya dari kejauhan. Bhaga sengaja membawa mobil yang tidak mencolok, tapi dia segera mengenalinya.Mesin mobil menyala dan bayangan Bhaga terlihat di depan setir. Pria itu tidak menoleh, dan Binar melangkah lebih cepat, membuka pintu penumpang, dan gegas memasukinya.Udara dingin dan aroma parfum pria bercampur pendingin udara dalam mobil langsung menyapanya, Binar hanya tersenyum dan Bhaga mengelus rambutnya. Mereka tak bicara, Bhaga segera melajukan mobilnya dan meninggalkan tempat itu segera. Jalanan sore Jakarta padat seperti biasa. Pengendara yang tak mau mengalah, klakson yang bergantian berbunyi dan beberapa polisi berdiri di pinggir jalan.Binar memandangi keluar jendela, hanya diam dan menikmati jalanan yang serumit pikirannya."Kamu sudah makan?" tanya Bhaga akhirnya."Belum.""Mau mampir?"Binar menoleh sebentar ke arah Bhaga. Pria itu tidak menatapnya. M

  • Di Ranjang Majikanku   287. Dipermalukan Dan Bertahan

    Setelah lebih tenang, Binar refleks menegakkan punggungnya. Merapikan letak tangannya dan memasang wajah yang terlihat begitu tenang. Dia tersenyum.Host itu tersenyum ke kamera. Senyum yang saat ini sangat Binar benci.“Kalau tidak diklarifikasi, hal itu akan terus menggantung dan berpengaruh ke nama baik seseorang.” Host itu mencondongkan badnnya sedikit. “Istilah itu belakangan menempel pada diri dan hubungan kamu. Jadi silakan dijelaskan yang sebenarnya.”Psikolog di kursi paling kiri mengangguk-angguk, tapi tidak bersuara.Host itu menatap Binar. "Dari sudut pandangmu, apakah ada elemen itu dalam hubunganmu dengan Bhaga?"Binar untuk merasakan semua mata tertuju padanya dan dia tidak menghindar."Saya rasa hal itu hanya dibuat oleh orang-orang yang memvalidasi hubungan kami tanpa mengetahui kebenarannya." Suara Binar pelan, begitu stabil.Host itu sedikit terkejut.Binar yang sudah terlatih bisa melihat perubahan ekspresi itu tapi dia tetap tenang dan tersenyum kecil."Istilah it

  • Di Ranjang Majikanku   134. Aku Pilihanmu

    Nurma duduk di dalam mobil masih dengan tangan yang terlihat gemetar, kakinya lemas, dan dia tak bisa berpikir jernih sekarang. Wajahnya pucat dengan tatapan yang kosong menembus jendela.Suara Selene terus berputar di kepalanya.“… aku akan menjatuhkan keluarga itu dan ibunya yang sok suci itu…”S

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
  • Di Ranjang Majikanku   123. Sempit Dan Gelap

    Nurma memeluk Selene yang kini sedang meringkuk di dadanya dengan isak kecil yang menyentuh hatinya.“Dasar anak kurang ajar, Bhaga! Sudah ditolong malah menyakiti seperti ini.” Selene sendiri menggigit bibirnya menahan tawa sambil berpura-pura terisak. Dia membiarkan dirinya tetap dalam pelukan N

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Di Ranjang Majikanku   117. Salah Sangka

    Cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan Bhaga seolah sedang menyorot ketegangan di dalamnya. Bhaga menyandarkan pinggulnya pada meja kerjanya sambil memperhatikan beberapa bukti foto yang baru saja dikirimkan Rudi.Bhaga menghela napas, lalu menyimpan foto itu kembali ke dalam berkas.Pintu rua

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Di Ranjang Majikanku   119. Selera Pria Aneh

    Mobil Bhaga melaju kencang menerobos malam, membawa Bhaga dan Binar pergi dari kediaman Bhaga.Mereka kembali ke rumah mereka, yang Bhaga belikan untuk Binar.Bhaga tahu, terlalu sulit bagi Binar untuk menetap di rumah saat Nurma seenaknya berbuat. Dia harus membawa Binar ke tempat yang aman baginy

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status