Nurma menatap wajah cucunya yang sedang tidur dengan damai, pertahanan terakhir egonya muncul. Baik, pikirnya, sambil mengelus lembut rambut Ardan. Mungkin untuk Ardan, dia baik. Mungkin Bhaga memang mencintainya. Tapi wanita selalu punya topeng. Dia meletakkan Ardan dengan lembut di atas bantal, kemudian menatapnya lama. Tapi itu tidak cukup. Dia mendengus. Nurma berdiri, mendekati jendela, memandang ke arah paviliun di mana Binar mungkin sedang berada. Hatinya mungkin sudah sedikit luluh, mungkin sudah mulai memahami. Tapi untuk mengakui itu? Untuk menunjukkan kelemahan itu di depan Binar? Untuk menyerah dan menyambutnya dengan tangan terbuka? Tidak. Belum. Dia masih seorang Nurma. Perempuan yang membangun segalanya dari nol, yang menjaga martabat keluarga dengan ketat. Binar harus membuktikan lebih dari sekadar kata-kata manis dan pelukan pada seorang anak. Binar harus layak. Dan menurut ukuran Nurma, dia masih sangat, sangat jauh dari pantas. Dia akan diam. Tidak akan lag
最終更新日 : 2025-12-30 続きを読む