Celia menatap layar ponselnya dalam gelap kamar hotel. Cahaya putih dari layar memantulkan bayangan wajahnya di kaca jendela.Di layar itu terpampang wajah seorang perempuan dengan senyum tipis, mata teduh, dan rambut tergerai sederhana. Perempuan yang dulu hanya bayangan dalam hidup Bhaga, kini berdiri penuh sebagai pusat dunianya.Binar.Jari Celia mengetuk layar, lalu berhenti. Napasnya terdengar berat, terputus-putus, seolah ada sesuatu yang menekan dadanya dari dalam. Bibirnya melengkung, bukan senyum, melainkan tarikan otot yang kaku.“Enak ya hidup kamu,” gumamnya lirih. “Enak ya jadi pengganti aku.”Dia menggeser layar ke galeri berikutnya. Puluhan foto berjajar rapi, sudut rumah Bhaga, halaman depan, teras, garasi, hingga jendela kamar lantai dua.Beberapa foto diambil dari kejauhan, beberapa dari dalam mobil, sebagian lain dari balik pepohonan. Sebuah video terbuka. Binar duduk di lantai ruang keluarga dengan kaki bersila. Ardan berada di pangkuannya, sibuk menyusun balok w
Last Updated : 2026-01-31 Read more