Malam itu, Felisha tidak bisa tidur.Sejak pagi hingga sore, ia sudah terlelap begitu mudah akibat perubahan hormon selama kehamilan. Akibatnya, ketika malam tiba, rasa kantuk justru menghilang. Tubuhnya terasa pegal, namun matanya tetap terjaga.Tak ada yang bisa ia lakukan selain berbaring, menatap wajah Ace yang tertidur di sampingnya.Wajah suaminya itu tetap tampan seperti biasa. Namun, karena sudah terlalu sering melihatnya, Felisha justru merasa jenuh dengan kegiatan tersebut. Ia ingin melakukan sesuatu yang lain yang mengharuskannya bangkit dari kasur. Sayangnya, jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.Ia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.Akhirnya, Felisha memutuskan untuk keluar kamar. Ia berjalan pelan menuju ruang tengah, lalu menyalakan televisi. Romeo dan Lucky segera menghampirinya, ikut naik ke sofa, lalu tertidur di sampingnya dengan nyaman.Namun, tayangan televisi tetap tidak mampu mengusir kebosanannya.“Ah, bosan sekali…” gumam Felisha, bersandar lesu
Read more