Suasana sempat membeku beberapa saat. Felisha masih berdiri di depan pintu toilet, sementara Ace berada agak jauh di seberangnya, berdiri di dekat meja Bianca dan Laura. Sejenak... waktu terasa berjalan lebih lambat. Diam-diam, kedua wanita yang duduk itu memperhatikan interaksi di antara pasangan suami istri tersebut. Lalu mereka saling pandang, menyunggingkan senyum penuh makna, seolah sedang menyaksikan drama rumah tangga yang tak terduga, namun sulit diabaikan. Namun Felisha tidak ingin berlama-lama. Ia kembali melangkah, kali ini lebih cepat, menuju meja kasir. "Maaf, waffle-nya bisa dibungkus saja?" tanyanya kepada pelayan, nadanya sedikit tergesa. "Tentu saja," jawab pelayan itu ramah, lalu segera menyiapkan pesanannya. Tak lama kemudian, bungkusan waffle diserahkan. "Terima kasih," ucap Felisha singkat, sambil menerimanya, kemudian melangkah ke arah meja Bianca dan Laura. "Maaf, ya. Sepertinya aku harus segera pulang," katanya sopan. "Kita lanjutkan ngobrolnya
Baca selengkapnya