“Kamu yakin mau kuanter sampai sini aja?” tanya Raga sekali lagi, memastikan, saat mobil berhenti tepat di depan minimarket yang masih terang oleh lampu putih. “Iya, gapapa Mas,” jawab Maudy santai. “Dari sini aku bisa naik taksi.” Raga menoleh, tersenyum kecil, lalu mengangguk pelan. “Yaudah kalau gitu. Kamu hati-hati ya.” “Iya, Mas. Makasih ya, Mas.” Maudy condong sedikit, lalu mencium pipi Raga singkat—ringan, tanpa ragu. “Buruan pulang,” sambung Maudy sambil tertawa kecil. “Si Wulan rewel nanti,” godanya, sebelum membuka pintu dan turun dari mobil. Raga hanya tersenyum. Ia menunggu sampai Maudy melangkah menjauh beberapa meter, memastikan perempuan itu benar-benar aman, sebelum akhirnya menginjak pedal gas dan melajukan mobil. **** “Kamu dianter siapa?” tanya pria yang sejak tadi duduk di kursi depan minimarket, suaranya datar tapi matanya terus mengikuti arah mobil yang baru saja pergi. “Temen,” jawab Maudy singkat, tanpa berhenti melangkah. Vincent berdir
Last Updated : 2025-12-19 Read more