Siang itu, Raga baru saja selesai mandi. Ia belum sempat duduk, pintu depan sudah terbuka lebih dulu, dan Laura masuk sambil melepas sandal. “Ga,” kata Laura sambil mengangkat ponselnya, “aku udah dapet kontaknya si Sulis.” Raga menoleh, sedikit kaget. “Dapet dari mana?” tanyanya sambil duduk di sofa. “Minta sama Intan,” jawab Laura santai sambil ikut duduk. “Ternyata dia nyimpen.” Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan, “Cuma… aku belum berani nelpon.” Raga mengangkat alis. “Oh iya, Intan ya. Aku gak ngeh kalo Intan nyimpen. Terus kenapa gak berani nelpon?” Laura menghela napas kecil. Ia memutar ponsel di tangannya, tampak ragu. “Takut salah ngomong. Lagian aku gak terlalu deket sama dia.” Raga berpikir sebentar, lalu berkata pelan, “Biar aku aja yang nelpon.” Laura langsung menoleh. “Kamu?” “Iya,” jawab Raga ringan. “Lebih aman. Kalo kamu yang nelpon terus yang ngangkat istrinya, ribet. Bisa dikira kamu selingkuhannya Sulis lagi.” Laura tertawa kecil, menggeleng. “N
Last Updated : 2025-12-14 Read more