"A-apa? 30 menit? Kenapa... kenapa secepat itu, Kak?"Aku bertanya dengan ekspresi kecewa dan tak rela, tapi Aaron, bukannya menjawab, tapi kembali menarik pinggangku, menempelkanku lebih rapat ke tubuhnya. Aku bisa merasakan kerasnya otot dadanya, juga napas panas yang turun tepat di bawah telingaku, membuat dadaku seperti terbakar oleh gairah. “Ka–kak… kenapa hanya 30 menit?" tanyaku lagi, saat Aaron masih tidak menjawab. "Sebenarnya ini belum jadwalku pulang, Sherry," jawab Aaron akhirnya, menempelkan keningnya di keningnya. "Aku impulsif mendatangi rumah ini di tengah perjalanan ke markas karena merasa hatimu tengah berpaling ke pria lain selama aku tak ada," ujar Aaron lagi, suaranya rendah dan berbahaya, tapi anehnya jantungku malah berdebar begitu cepat. Segera aku menggeleng dengan tuduhannya dan menjawab, “Kak Aaron… . Aku tidak—”Sebelum aku menyelesaikan kalimatku, bibir Aaron kembali menutup bibirku. Kali ini bukan agresif seperti sebelumnya. Justru perlahan, tapi t
Última atualização : 2025-12-10 Ler mais