Manik mata Arumi melebar. Bola matanya membulat sempurna, seperti sepasang kelereng bening yang baru jatuh. Senyum santai yang tadi tersungging di bibirnya, kini rontok seketika, digantikan oleh kekosongan tak percaya. Udara terasa menipis, dan suara kicau burung yang riuh mendadak meredup, tenggelam oleh gema dari kalimat sangat lancang yang baru saja diucapkan oleh Grace. “Mak—maksud kamu apa ngomong gitu?” tanya Arumi. Suaranya cukup tenang, walau ada sedikit getar di ujungnya. Grace terbahak. Dengan cepat, ia pun langsung menarik tangan perempuan yang sedang berdiri di hadapannya itu hingga kembali duduk di sampingnya. “Ih, aku cuma bercanda tau,” ungkapkan. “Bercanda?” Arumi tampak seperti orang linglung. “Tegang amat mukanya?” tanya Grace. Ia kembali dengan tawa kekehnya yang menurut Arumi bermakna ganda itu. “Ah, nggak, biasa aja.” Arumi memaksa tersenyum di depan Grace. “Tenang aja, walaupun Om Langit itu penuh pesona, tapi aku nggak bakalan ngerebut dia dar
Last Updated : 2025-12-12 Read more