Di meja makan, Arumi, Langit, Viola dan Erlangga tampak menikmati menu sarapan pagi mereka. Seperti biasa, andalan Mbok Jum adalah nasi goreng kampung dan ayam sambal penyet kesukaan Viola.“Gimana rasanya, Bu?” tanya Mbok Jum, meminta pendapat majikannya.“Seperti biasa, Mbok. Enak.” Viola tersenyum lebar. Ia memang wanita yang sangat menghargai usaha seseorang, tak peduli apapun status sosialnya.“Syukurlah. Ya udah, si Mbok ke belakang dulu, Bu.” Mbok Jum pamit dengan sopan.“Iya, Mbok.”Mbok Jum segera berlalu meninggalkan meja makan. Denting suara sendok kembali menjadi satu-satunya bunyi di ruangan itu. Arumi dan Langit tampak sama-sama diam, sehingga memicu rasa penasaran di benak Viola.“Hari-hari, kalian sarapan diem kayak gini?” tanyanya penuh selidik. Dua netranya menatap Langit dan Arumi secara bergantian.“Heuh?” pasangan suami-istri itu serentak mengangkat wajah dan melihat kepada Viola. Lalu menoleh ke arah samping dan saling melempar pandang satu sama lain.Setelah beb
최신 업데이트 : 2025-12-27 더 보기