"Nggak ada sup ayam ya, Bun?" tanyaku dengan suara lirih, mencari sesuatu yang tidak ada di sana."Oh, kamu kepengen sup ayam, ya?" Bunda bertanya, matanya sedikit terkejut tapi segera menyesuaikan, senyum lembut muncul di bibirnya seolah ingin memenuhi semua keinginanku."Iya. Tapi sup ayam yang Om Bagas belikan kemarin." Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku, tanpa aku sengaja. Refleks dari ingatan yang masih hangat, sup yang dia suapkan ke mulutku dengan sendok yang dia pegang dengan lembut, saat aku merasa lesu dan tidak berdaya kemarin."Om Bagas beli di mana memangnya? Biar Ayah yang belikan untukmu," ucap Ayah menawarkan, tangannya mengusap puncak rambutku lembut. Aku menatapnya, lalu menggeleng perlahan, berpura-pura tidak tahu."Aku nggak tau. Coba Ayah tanya saja sama Om Bagas."Ayah mengangguk, lalu menepuk punggungku lembut sebelum berjalan keluar meninggalkan kamar."Ngomong-ngomong Maira ke mana, Nak? Apa dia nggak ikut ke rumah sakit?" tanya Bunda, tangannya men
Zuletzt aktualisiert : 2025-12-11 Mehr lesen