Hari pertama, adalah di mana aku merasakan keanehan di pagi hari, dan aku menolak diperiksa. Hari kedua pun masih begitu. Hari ketiga, masih sama. Dan lebih aneh lagi ini hanya terjadi saat pagi, begitu siang menjelang, kondisi tersebut menguap begitu saja. Aku kembali sehat, nafsu makanku kembali normal, dan aku bisa beraktivitas seperti biasa. Menemani anak-anakku bermain, belajar dan mendengarkan mereka bercerita.Saat itu, lagi-lagi aku masih bisa meyakinkan Axel bahwa ini mungkin hanya virus lambung yang sedang populer. Tapi tidak dengan hari ke empat, di Pagi yang sama. Jam yang hampir sama. Dan rasa mual yang identik.“Sudah sampai begini dan kamu masih ngeyel?” Ujar Axel berdiri mematung di samping tempat tidur. Dia tidak lagi bersiap-siap memakai kemejanya. Dia diam, menatapku dengan tatapan yang sangat dalam.“Kau hamilkah, Keisha?”Aku seketika terpaku. Memoriku berputar pada momen beberapa minggu lalu. Momen di mana tembok pertahanan Axel benar-benar runtuh, di mana
最終更新日 : 2026-01-05 続きを読む