“Suli tak membutuhkan uangmu, aku bisa memberinya lebih banyak,” tukas Zhen Ming sarkas. Kedua tangannya tersilang di dada dengan sombong. “Saya—ugh!” Mei Anqi meremas keliman rok merah mudanya. Warna wajahnya segera pucat saat merasakan nyeri luar biasa dibagian perutnya. “Yang Mulia, maafkan saya karena tidak sopan. Silahkan kembali, saya akan mengurusnya nanti.” “Apa yang terjadi?” Zhen Ming mengabaikan sikap kurang ajar Mei Anqi barusan. Fokusnya teralihkan pada gerak-gerik aneh wanita muda itu. “Kamu sakit?” Mei Anqi berusaha tersenyum formal seakan tak terjadi apa-apa. “Tidak. Mungkin terlalu lama terkena udara dingin, saya jadi mudah masuk angin.” Ia menoleh ke belakang, “Nenek Chu, tolong bantu aku masuk.” Zhen Ming hendak bertanya lebih lanjut, tetapi kata-katanya tersangkut ditenggorokan. Ia hanya bisa menatapi punggung kecil itu perlahan menghilang dari jangkauan matanya. “Kau, kemari,” menunjuk salah satu maid yang ia kerjakan di sini. Zhen Ming bertanya langsu
Read more