Share

#139. Naik Pitam

Author: azzurayna
last update Last Updated: 2026-01-09 21:44:20
“Berhenti,” tangan kanan Zhen Ming mencengkeram erat pinggang wanita itu ketika hendak melewatinya.

Pupil caramel Anqi memandang lengan kuat Zhen Ming yang kini mendarat melingkari pinggangnya.

Sikap Mei Anqi terlalu tenang hingga membuat Zhen Ming gelisah.

Wanita itu diam mengunci rapat mulutnya. Mendongak, kemudian menatap lurus ke sepasang mata obsidian pria tersebut.

”Mengapa kau melakukan ini padaku?” bisik Zhen Ming dengan wajah merunduk. Seberapa banyak Qiqi tumbuh lebih tinggi, baginya, wanita itu masih mungil dan mudah untuk ia dekap sesuka hati.

Respon Mei Anqi ialah keheningan. Wanita menawan itu diam bergeming. Berdiri dengan punggung lurus.

Mei Anqi membiarkan tangan kanan Zhen Ming melingkari pinggangnya. Berniat menonton aktingnya, kira-kira, berapa lama akting dramatis pria itu bisa bertahan?

Ia masih belum percaya bahwa Zhen Ming jauh-jauh kemari untuk menemuinya.

Pria itu selalunya menganggap Mei Anqi sebatas budak, pemuas nafsu, sekaligus tungku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #178. Menggoda Qiqi

    Lewat setengah jam, Gao Yan dan Li San pulang membawa seorang tabib tua dari pusat kota. Keduanya mempersilahkan tabib masuk. Anak-anak lekas diperiksa sang tabib segera setelah memasuki ruang kamar. Mei Anqi memberitahu kondisi anak-anak serta menjelaskan beberapa detail medis yang ia ketahui. “Lambung anak kecil sangat rentan, jadi reaksi tubuhnya lebih parah dari orang dewasa. Tidak apa-apa, kondisi mereka telah membaik.” Mei Anqi menghela napas lega diikuti semua orang di ruangan. “Ngomong-ngomong tabib, di mana saya bisa membeli bahan herbal?” Tabib tua memberitahu dua hingga tiga toko khusus penyedia tanaman herbal, kemudian meresepkan obat. Lalu pulang diantarkan Li San. Zhen Ming meminta semua orang beristirahat sedangkan ia dan Mei Anqi tetap di kamar menemani anak-anak. “Maafkan aku,” ucapnya sesal ketika ruangan telah sunyi. Zhen Ming mengulurkan tangannya memeluk wanita itu, namun urung saat jarak keduanya tinggal sejengkal. Mei Anqi menaikkan selimut

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #177. Menasihati Tegas

    “Ibu, sakit ... sangat sakit ...” Jiali merengek sedih merasakan keram perut. “Aku tidak mau makan sup daging lagi ... hik!” Mei Anqi memeriksa denyut nadi putrinya, memastikan tubuhnya baik-baik saja. Hatinya tersayat mendengar rintihan sakit si bungsu. Zhen Ming di seberang ranjang membantu menenangkan Hongyi yang begitu dramatis melebihi Jiali. “Wah ...” Hongyi mengerang kesal sekaligus kesakitan. “Ibu, umurku sepertinya tidak lama lagi. Aku bisa melihat pintu surga dari sini, Ibu ... Ibu ... aku mungkin akan mati. Biarkan aku menulis wasiatku dulu, berikan aku kertas dan pena ...” Xiao Bai dan Xiao Yun memutar bola mata mereka bebarengan. Wanita acuh sekelas Xiao Bai bahkan sakit kepala menghadapi sikap dramatis tuan kecilnya. Jiali marah mendengar ocehan ngelantur saudaranya, tanpa belas kasihan lantas turun dari pelukan Mei Anqi dan menginjak mulut Hongyi dengan kaki telanjang. Zhen Ming terkesiap kaget melihat tindakan brutal putri kecilnya. “Jiali, tidak sopan!”

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #176. Keracunan

    Di rumah. “Yang Mulia, biarkan kami saja yang memasak,” rayu Bibi Chen yang segera disetujui Xiao Bai dan Xiao Yun. Zhen Ming mengabaikan kekhawatiran Bibi Chen, lagi pula ia hanya ingin memasak. Kenapa seheboh itu? Seakan-akan yang akan ia masak adalah racun. “Bibi, aku tidak akan pergi,” tekan pria tersebut gigih. “Dari pada sibuk merayuku pergi dari dapur, lebih baik Bibi bantu aku memasak.” Xiao Bai dan Xiao Yun bersitatap, ketakutan terpancar dari sorot mata mereka. Terakhir kali mereka mencicipi masakan Zhen Ming sekitar sepuluh tahun lalu. Namun rasanya yang mengerikan masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Tamat sudah. Jika makan malam dimasak oleh Zhen Ming bisa diperkirakan bagaimana kondisi mereka esok. Nenek Chu tidak tahu apa pun karena belum mengenal Zhen Ming dengan baik. ‘Kenapa semua orang panik?’ batin Nenek Chu bingung. Wanita paruh baya di sisi Zhen Ming ingin sekali meratap dan berteriak ke langit. Melampiaskan kefrustasian yang menderu kepalanya. “Kali

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #175. Zhen Ming ingin Memasak

    “Yang Mulia?” Bibi Chen memanggil Zhen Ming berulang kali sebab pria itu tak merespon sama sekali. Pria di sudut paviliun sederhana itu terpanggil dari lamunan bawah sadar. Ia menoleh hanya untuk mendesah berat, kemudian murung lagi menatapi kolam ikan koi kecil di bawah. Bibi Chen sakit kepala melihat tingkahnya. Seperginya Mak Comblang setelah selesai menghitung hari baik, tuannya terlihat sedih dan kecewa. “Saya tahu anda sedih,” kata Bibi Chen dengan nada lembut membujuk. “Tapi jangan menyiksa diri anda sendiri, Yang Mulia. Ayo makan malam dulu.” Zhen Ming tetap keras kepala menghadapi bujukan lembut Bibi Chen, membuat wanita paruh baya itu tercengang. Rasanya seperti kembali ke masa lalu ketika Bibi Chen mengasuh Zhen Ming kecil. “Bibi Chen,” Mei Anqi datang dari pelataran depan, masih mengenakan hanfu krem bersihnya. Sosoknya bersinar dalam gelapnya malam. “Yang Mulia?” beonya heran. Dia sedari tadi sibuk menemani anak-anak sekalian menidurkan mereka. Betapa terkejutnya

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #174. Menukar Pengantin Pria?

    Menjelang malam, suasana tenang di sekitar Zhen Ming terusik kebisingan dari luar pintu utama kediaman. Tak lama berselang, seorang wanita bertubuh gempal dalam balutan hanfu sutra datang melintasi pintu sembari mengipasi wajahnya. Riasannya yang mencolok dipadukan gaya berpakaian mewahnya mencuri perhatian warga desa setempat. Zhen Ming kebetulan sedang berada di teras ketika Gao Yan datang membawa wanita berpenampilan menyerupai merak tersebut. “Aiyo! Aiyo!” Wanita merak itu berlari penuh semangat saat melihat Zhen Ming duduk di teras membaca buku. Mata mak comblang membola kaget, “Ya Dewa! Apakah pria ini mempelai prianya, Tuan Gao?!” Gao Yan meringis melihat sikap sembrono mak comblang. “Ya, nyonya. Situasi tuan saya sedikit rumit, jadi mohon bantuannya.” “Tentu! Pria setampan ini, aku baru pertama kali melihatnya. Beruntungnya aku karena bertemu Tuan Gao hari ini, haha! Hampir saja aku melewatkan keberuntungan besar!” Mak comblang berdecak kagum memandangi struktur

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #173. Terima Kasih, Yang Mulia

    “Yang Mulia, anda tahu kemana Gao Yan pergi?” Bibi Chen datang menghampiri, tampak putus asa mencari kehadiran pria itu sedari tadi. “Saya memerlukan bantuan tambahan untuk mengambil persediaan dapur.” Zhen Ming berhenti menaburkan pakan ikan ke kolam. Lalu berbalik menatap Bibi Chen, ”Aku memintanya keluar mencarikan mak comblang belum lama ini. Suruh Li San saja.” “Mak comblang?” Binar mata Bibi Chen seketika menyala terang mengalahi silau terik matahari siang ini. “Anda berencana menentukan tanggal baik dari sekarang? Bagus! Bagus sekali! Keputusan Yang Mulia sangat tepat!” Wanita paruh baya itu bahagia bukan main. Seolah dirinyalah yang akan melangsungkan pernikahan. Namun Bibi Chen mulai panik memikirkan banyaknya keperluan untuk mempersiapkan sebuah pernikahan. “Yang Mulia, bagaimana anda bisa sesantai itu dan masih memperhatikan ikan di kolam?” Omelnya marah, “Anda sebentar lagi menikah, banyak hal harus dipersiapkan lebih awal secepatnya!” Kepanikan Bibi Chen aneh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status