William merasa panik. Dia yakin Aldrian sedang berakting di depannya. Apakah Aldrian benar-benar sudah tahu apa yang dia lakukan selama tiga atau empat tahun terakhir? Tidak, dia tidak bisa diam saja .... William merasa dirinya perlu mengetahui niat Aldrian yang sebenarnya. Namun, bagaimana dia bisa menyelidikinya? Sekarang, hanya satu orang yang muncul di benaknya, Anara. Melihat William berinisiatif mencarinya, Anara awalnya merasa kesal. Namun, setelah William memberinya uang tunai sebanyak 200 juta, amarahnya pun sirna."Dia tetap adalah anakku, sedangkan kamu ibunya. Aku nggak akan telantarkan kalian," ucap William. Dia mulai memainkan kartu emosional.Anara yang sebelumnya diperlakukan secara tidak adil akhirnya merasa lebih baik. Dia bahkan berpikir bahwa pada akhirnya, dia mungkin harus tetap bersama William. Bagaimanapun juga, anak dalam kandungannya adalah anak William. Jika dia tetap bersama Aldrian, itu akan seperti menanam bom waktu. Begitu meledak, dia tidak akan bisa m
Baca selengkapnya