Pagi itu di rumah Aziz, suasana terasa sendu. Bu Hasnah sibuk membereskan barang-barangnya, bersiap untuk pulang ke Magelang. Sementara Alena membantu mertuanya itu, meskipun di dalam hatinya ada rasa tak rela.“Ibu, enggak bisa tinggal lebih lama lagi, ya?” tanya Alena sambil melipat baju-baju Bu Hasnah.Perempuan paruh baya tersebut tersenyum lembut, menatap Alena dengan penuh kasih sayang. “Nduk, ibu sebenarnya juga berat. Tapi ada urusan di kampung yang harus ibu selesaikan. Lagipula, ibu percaya kalian berempat bisa saling menjaga di sini.”Alena menunduk, sedikit menahan kesedihannya. “Iya, Bu. Nanti kalau ibu butuh apa-apa, langsung kabari kami, ya?”Aziz yang sedang memasukkan koper ke dalam bus ikut menimpali. “Betul, Bu. Jangan ragu minta tolong. Kapan pun ibu butuh sesuatu, langsung bilang saja.”Bu Hasnah menepuk bahu Aziz dengan sayang. “Nah, kamu juga jaga keluarga ini baik-baik. Jangan kerja terus, sesekali ajak Alena jalan-jalan. Ibu lihat kalian mulai dekat, itu hal b
Terakhir Diperbarui : 2025-12-05 Baca selengkapnya