Arya akhirnya pamit undur diri dari rumah itu. Ia berdiri di ambang pintu dengan senyum ramah, membawa tas kecilnya yang sudah siap sejak tadi."Saya pamit dulu, Bu. Pak Aziz, Alena, Zizi, Sasya, terima kasih sudah menampung saya semalam," ujar Arya dengan nada tulus.Bu Hasnah dan Bu Ratih tersenyum hangat."Hati-hati di jalan ya, Nak Arya. Kalau butuh apa-apa, jangan sungkan kabari kami," sahut Bu Hasnah. “Kamu sudah dianggap seperti keluarga sendiri di sini.”“Betul itu,” sahut Bu Ratih menambahi. “Alena juga banyak cerita kalau Nak Arya sudah banyak membantunya selama di desa.”Arya masih tersenyum lalu menganggukkan kepala.Zizi, yang sejak tadi hanya duduk memeluk bantal di sofa, tiba-tiba berdiri dan berkata lantang, "Mas Arya, sering-sering main ke sini, ya!"Semua mata pun menoleh ke arah Zizi, termasuk Arya yang sontak tertawa kecil. Ia membalas dengan senyuman lebar. "Insyaa Allah, Zizi.
Terakhir Diperbarui : 2025-12-24 Baca selengkapnya