"Den Arya, jangan masuk ke gudang sektor empat sekarang... keadaannya nggak beres."Brian menghadang langkah Arya tepat di depan lift lobi Marunda Pusat, wajahnya yang biasanya kaku kini tampak pucat tertimpa lampu neon. Arya tidak berhenti, ia justru merangsek maju, membiarkan aroma parfum citrus mahalnya beradu dengan bau solar yang terbawa dari pakaian Brian—sebuah guncangan batin yang membuatnya merasa otoritasnya sedang dikencingi oleh musuh—sebelum akhirnya ia mencengkeram radio panggil di pinggangnya."Siapa yang kasih perintah tutup gerbang, Bri? Aku belum mati, pangkalan ini masih punya raja!" raung Arya, napasnya memburu hingga urat lehernya menegang seperti kabel baja fuso.Brian menggeleng pelan, jemarinya gemetar saat menunjukkan tablet yang menampilkan rekaman CCTV gerbang utama yang kini dipenuhi pria berseragam hitam tanpa logo. "Wisnu Wijaya nggak menyerang secara fisik, Den... dia pakai surat sita dari otoritas pelabuhan ya
Read more