"T-T-Tiarap, Sonya! Merunduk sekarang!"Arya meraung, suaranya parau hingga merobek kesunyian yang sempat tercipta oleh pengumuman Interpol. Ia melihat pantulan laser merah menari-nari di atas dahi Sonya yang berkeringat, sebuah guncangan batin yang membuat dunianya seolah melambat dalam fragmen yang menyiksa. Tanpa memikirkan genangan bensin yang membasahi kakinya, Arya menerjang maju, sepatu kulit mahalnya mencipratkan cairan kuning keemasan itu ke udara dermaga yang sesak."Mas Arya! Ada apa?!" Sonya menjerit, ia mendekap Anya semakin erat sembari melangkah mundur menuju pintu ambulans yang terbuka.Darrr! Suara tembakan senapan runduk membelah malam, namun bukan Sonya yang tumbang, melainkan lampu sorot helikopter yang tepat berada di atas mereka. Kegelapan mendadak menyergap, menciptakan atmosfer yang sangat mencekam dan penuh tekanan di bawah rintik gerimis yang kian menderu. Arya merasakan napasnya tercekat, jantungnya berdegup menghantam rongga
Read more