Febi terdiam membeku, napasnya sesak seolah udara tiba-tiba menghilang dari paru-parunya. Matanya membelalak, menatap Langga yang berdiri di depannya dengan ekspresi datar namun penuh kepastian. 'Samuel... pacarmu, dia anakku,' suara Langga mengalir tenang, tapi bagi Febi itu seperti petir yang menyambar tanpa ampun. Dunia seolah berputar lambat, detik demi detik berlalu tanpa mampu ia tanggapi. Jantungnya berdetak tak beraturan, tangan yang semula menggenggam tasnya kini melemah, hampir terjatuh ke samping tubuhnya. Segala tanya membanjiri pikirannya, mengoyak keyakinan yang selama ini ia bangun—bagaimana mungkin Samuel, lelaki yang selalu membuat hatinya berdebar, adalah darah daging Langga? Sosok yang selama ini ia anggap sebagai sugar daddy, sumber segala kemewahan dan perhatian, kini berubah menjadi bayang-bayang gelap yang tak pernah ia duga. Bibir Febi bergetar, mencoba mengeluarkan kata-kata, tapi suaranya tertahan di tenggorokannya. Ia menundukkan kepala, berusaha menenangk
Última atualização : 2026-04-24 Ler mais