Sore harinya, ketika interview demi interview dilakukan, dan telinga mulai terasa nberdengung karena terlalu lama berada di ruangan tertutup, Naya memutuskan untuk turun ke lapangan bersama Metha dan Reza. Mereka mengenakan helm proyek dan rompi reflektif. Bau logam, oli, air dan sisa asap kebakaran masih samar-samar tercium di udara.“Dari kemarin, aku cuma lihat ini lewat foto dan sketsa,” kata Metha, menatap jalur pipa yang terbentang di atas kepala mereka. “Akhirnya aku bisa lihat langsung.”Pipa gas yang terbakar sudah diputus dan diisolasi. Ada bagian yang menghitam, ada yang sudah dilucuti. Di beberapa titik, label-label kuning masih menggantung, sebagian tertutup debu.“Ini line utama ke area filling,” jelas Reza. “Di situ ada branch ke beberapa user point lain.”Metha menyipitkan mata. “Dan ini…” ia menunjuk sambungan kecil di sudut, “…apa?”“Itu… kayaknya bypass manual lama,” Reza menunduk, mencoba mengingat. “Waktu awal aku masuk, sudah ada. Katanya backup kalau valve utama
Terakhir Diperbarui : 2025-12-10 Baca selengkapnya