“Nyonya?”Terdengar suara Bi Uti mengetuk pintu ketika Savita sedang mencari sesuatu di lemari pakaiannya.“Nya?”Savita menghentikan pencariannya. Dia menoleh dari balik pintu lemari yang terbuka. “Ya, Bi?” jawabnya dengan suara agak lantang.“Nya, ini saya bawa cemilan.”Hari sudah menjelang siang ketika suara pintu kamar itu dibuka dari luar. Bi Uti melangkah masuk. Tadi pagi yang mengantar sarapan juga Bi Uti. Atas perintah Tuan Mahendra, begitu tadi pagi Bi Uti berkata padanya.Savita yang sedang terduduk di depan lemari, lalu menoleh pada Bi Uti. Dia tersenyum. “Makasih, Bi. simpan di meja saja, ya.”Bi Uti menurut. Dia meletakkan cemilan itu di meja nakas samping tempat tidur. Mata tua tersebut menatap isi lemari yang sudah keluar setengahnya.“Maaf, Nya, cari apa?” tanya Bi Uti sopan.Savita menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Itu, Bi, saya nyari berkas-berkas saya. Tau nggak, Bi?”Bi Uti mengerutkan keningnya. Dia memang merapikan tetapi dia pun sudah lupa menyimpannya di
Last Updated : 2025-12-16 Read more