“Aw, aduh.”Dimas memegang jari telunjuknya yang teriris pisau.“Kenapa, Mas?” tanya asisten rumah tangganya yang sudah sepuh. Bi Imah yang merupakan pengasuh Dimas mulai dari usia 1 tahun.“Nggak apa-apa, Bi. keiris dikit.” Dimas bergerak menuju wastafel lalu mencuci tangannya di kran.“Walah, Mas.” Bi Imah menggeleng seraya berdecak. “Gimana sih Pak Dokter. Biasa bedah tapi kenapa kalau di dapur malah keiris tangannya?”“Bi,” ucap Dimas memutar mata.Dimas sedang berada di dapur meembantu Bi Imah memasak. Dia sedang memotong bawang merah dengan pikiran melayang-layang tidak tentu arah.Bi Imah terkekeh. “Lagi mikirin apa sih, Mas? Pacar ya?”“Bi, kotak obat mana?” Dimas membuka-buka laci dapur berulang kali. “Di simpan di sini, nggak?”Dia enggan menjawab pertanyaan Bi Imah itu. Dia tidak ingin isi kepalanya terisi lagi oleh Savita dan rasa bersalah kembali bermain di kepalanya.“Terakhir di bawa Ibu, Mas. Nggak tau di bawa ke mana.” Bi Imah menjawab.Dimas menghela napas. Dia akhir
Last Updated : 2025-12-10 Read more