“Mahendra nggak pernah mukul aku, Tante.”Savita mengulangi ucapan itu lagi. Dia mencoba menjawab pertanyaan Ami dengan suara yang hampir tidak terdengar. Suaranya itu terasa begitu berat, dinding pertahanan yang dia bangun dengan rasa malu dan takut.Mata Savita melirik khawatir pada arah pintu, letak bayangan kaki Siti terlihat samar dari balik celah pintu kamar bagian bawah. Setiap detik seolah terasa begitu lama menunggu mata-mata pergi.Ami menatap tajam, seakan dapat melihat sobekan dalam gambaran itu. Namun, dia juga dapat melihat ketakutan yang nyata di mata Savita. Akhirnya, dia memilih untuk tidak mendesak lebih jauh. Ami mengangguk perlahan. Dia menerima jawaban itu sebagai kebenaran sesaat saja.“Mahendra perhatian sama aku kok, Tante. Setiap waktu,” bisik Savita dengan mata masih menatap pintu kamar. Khawatir Siti masih memata-matai dirinya di luar kamar.Setelah dirasa aman, dia berkata lagi pada Ami. Kali ini nada suaranya lebih pelan dari sebelumnya, "karena Siti itu,
Last Updated : 2025-12-26 Read more