“Halo, dengan Bastian.” Suara itu terdengar tenang sekaligus profesional.“Pak, ini saya, Savita Arrazka,” balasnya dengan suara berbisik panik.Ada jeda seebentar sebelum akhirnya menjawab, “Oh, Bu Savita. Gimana caranya Anda bisa telepon saya? Anda tidak apa-apa?”“Pak, saya nggak punya waktu banyak,” balas Savita masih panik. “Mahendra kurung saya di rumah. Dia berusaha racuni makanan buat saya. Saya ada buktinya, tapi saya nggak tahu gimana cara mengirimnya. Saya perlu bantuan, Pak.”“Tenang, Bu Savita. Tenang,” ucap Bastian. Suara pengacara itu tetap terkendali. “Saya ngerti. Tetap ada di jalur itu, Bu. Jangan sampai terputus. Saya berusaha lacak lokasinya ya.”Savita menelan ludah lalu mengangguk. “Saya mau Bapak ambil bukti ini. Saya punya foto-fotonya dan ada rekaman suara Mahendra ngancam saya.”“Ada rekaman suara juga?” Suara Bastian terdengar tertarik. “Itu bukti yang kuat, Bu.”Saat Savita hendak membuka mulutnya, suara ketukan terdengar di pintu kamar mandinya. “Mama? Mas
Last Updated : 2026-01-01 Read more