Malam itu, langit Seoul tampak gelap tanpa satu pun bintang. Udara terasa berat, sunyi yang aneh menyelimuti kota—berbeda dari malam-malam sebelumnya. Seolah dunia manusia sendiri menyadari bahwa seorang putra surgawi sedang diburu, dan takdir tengah bergeser perlahan.“Aaaarrrgghhh—!!!”Teriakan Elyon memecah kesunyian.Matanya terbuka lebar, memancarkan cahaya perak keemasan yang menyala liar, mengerikan. Kilau itu merambat hingga ke dadanya, berdenyut seperti jantung kedua yang memberontak dari dalam tubuhnya. Kedua lengannya terbuka, tubuhnya menegang, seolah menahan sesuatu yang hendak merobeknya dari dalam.“Aaarrghh…!”Erangannya pecah, sarat rasa sakit.Napasnya terengah-engah, kasar, seperti manusia yang sedang sekarat—namun rasa sakit itu jauh melampaui batas fana.“T-Tuan Elyon…” suara seorang pria muda berkemeja biru terdengar gemetar.Ia mencoba mendekat, namun ragu, takut tersambar amarah maupun cahaya yang mengelilingi Elyon.Tangan kanan Elyon menekan dadanya kuat-kuat
Last Updated : 2026-01-08 Read more