“Aaaaaa!!!”Detik berikutnya, Stanley kembali menjerit kesakitan. Aliran Energi Sejati berubah menjadi bilah-bilah tajam yang menembus tubuhnya, membuatnya benar-benar bermandikan darah.Suara Freddy terdengar dingin, bagaikan dewa kematian dari neraka, “Aku kasih waktu tiga detik. Kalau masih nggak mau menyerah, jangan salahkan aku bertindak kejam. Kalau nanti aku nggak sengaja menginjak kepalamu sampai pecah, anggap saja kamu lagi sial!”Aura pembunuhannya sangat terasa!Bulu kuduk Stanley berdiri sangking takutnya, dia benar-benar merasakan aura pembunuhan Freddy!Orang ini benar-benar berani membunuhnya!“Satu, dua …. ”Seiring hitungan Freddy, sebuah pedang Energi Sejati sudah membidik tepat ke arah ubun-ubun Stanley!“Aku menyerah! Aku menyerah!”Di bawah ancaman maut, Stanley tidak sanggup bertahan lagi. Dia tersungkur lemas di lantai sambil menangis tersedu-sedu dan meratap pilu. Dibandingkan kultivasi yang hancur, dia jauh lebih takut mati!“Cih, kupikir putra mahkota Garda
続きを読む