Marvin terkekeh sinis di kursinya. "Kalau itu yang kalian harapkan, maaf harus mengecewakan."Lalu, layar besar di ujung meja menyala. Berisi bukti-bukti penting kejahatan orang-orang yang menyerang Marvin."Pak Hadi, anda sungguh sangat mengecewakan. Penggelapan dana miliaran, padahal jabatan sudah setinggi itu. Masih kurang gaji yang anda dapatkan? Sayang sekali, meskipun anda adalah pengikut setia papa saya, tapi tidak ada maaf untuk koruptor di yayasan yang saya atur."Pak Hadi berdiri, menatap tak percaya pada Marvin."Kamu jangan sok, Marvin. Tanpa saya, kamu bisa apa?"Marvin ikut berdiri, menepuk tangannya tiga kali lalu pintu ruang rapat terbuka. Ada beberapa polisi dan orang dari KPK muncul."Bapak penasaran kan apa yang saya bisa tanpa anda? Ya, memenjarakan anda tentu saja." Marvin berkata dengan dingin."Bukti sudah ada di kantor. Pak Hadi, mohon ikuti kami dengan tenang. Anda berhak menunjuk orang untuk jadi pengacara anda.""MARVIN!" Pak Hadi menggeram marah, tapi ia te
Read more