Sore itu berjalan lebih pelan.Cahaya matahari mulai turun, masuk dari sela tirai dan jatuh di lantai ruang tamu. Suasana apartemen masih tenang, hanya diisi suara kecil dari aktivitas yang belum sepenuhnya selesai.Sampai bel pintu berbunyi nyaring, memecah keheningan yang sempat melanda di antara keduanya.Felly yang paling dekat dengan pintu menoleh lebih dulu. Tangannya berhenti di atas koper yang belum sepenuhnya tertutup.“Siapa, ya…” gumamnya pelan, lebih ke diri sendiri.Marvin tidak langsung bergerak. Tatapannya hanya sempat terangkat sekilas, lalu kembali turun ke layar di tangannya.“Lihat saja,” jawabnya singkat.Felly berdiri, melangkah ke arah pintu tanpa terburu-buru. Saat gagang pintu diputar dan daun pintu dibuka—“NAH, ini dia!”Suara itu langsung masuk lebih dulu sebelum sosoknya.Olivia berdiri di depan, ekspresinya hidup seperti biasa. Di belakangnya, Kevin, Devan, dan Oliver menyusul dengan ritme yang lebih santai.“Masuk saja ya,” lanjut Olivia tanpa menunggu ja
더 보기