Pagi itu, suasana di rumah Andra Pratama terasa seperti zona perang yang dingin. Sarah tidak lagi menangis. Ia dikuasai amarah yang membara dan tekad baja untuk menemukan perempuan yang telah merusak rumah tangganya. Ia yakin, dengan noda lipstik merah dan nomor telepon di tangannya, ia akan menemukan pelakor yang ia bayangkan: seorang wanita karier, berani, dan berstatus. Keangkuhannya mencegahnya curiga pada Sri.Sarah segera menghubungi detektif swasta dan meminta tim kepercayaannya di kantor suaminya untuk mengawasi setiap gerakan Andra. "Aku ingin tahu, siapa yang dia temui, siapa yang meneleponnya, dan terutama, siapa pemilik nomor ini," perintah Sarah tegas.Selama dua hari berikutnya, hasil penyelidikan kembali dengan hasil yang membuat Sarah frustrasi. ,omor itu ternyata nomor palsu, tidak bisa di lacak. Lalu tentang pengawasan kantor. Andra bersikap sangat bersih di kantor. Ia fokus pada pekerjaan, bahkan lembur hingga larut. Tidak ada wanita mencolok di sekitarnya, ia hany
Last Updated : 2025-12-14 Read more