Pagi itu, suasana di ruang makan terasa begitu mencekam. Sarah duduk dengan wajah pucat, matanya sembab karena pertengkaran hebat semalam tentang kalung berliannya. Di hadapannya, Nyonya Lydia duduk dengan tatapan yang jauh lebih tajam dari biasanya, seolah-olah ia bisa melihat menembus dinding rumah itu. "Sarah," buka Lydia dengan suara yang sangat tenang namun penuh tekanan. "Semalam, aku mendengar suara-suara menjijikkan dari halaman belakang. Persis di bawah pohon besar itu. Suara orang berbuat tak senonoh." Sarah tersentak, sendoknya berdenting keras menabrak piring. "Ma, apa maksud Mama? Mungkin itu hanya suara kucing atau... atau orang iseng yang mencari tempat." "Jangan bodoh, Sarah! Aku tahu bedanya suara binatang dan suara manusia yang sedang kehilangan urat malu!" bentak Lydia. "Aku mencurigai suamimu, Andra. Dan pelayan muda itu, Sri. Aku yakin mereka ada di sana semalam." Sarah terdiam sejenak, dadanya terasa sesak. "Tidak mungkin, Ma. Memang kami bertengkar hebat, ta
최신 업데이트 : 2026-01-08 더 보기