Sinar matahari pagi menembus jendela ruang makan yang mewah, namun suasana di meja makan terasa jauh dari kata hangat. Nyonya Lydia duduk dengan anggun, menyesap tehnya perlahan, sementara matanya tak lepas dari Sarah yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya. Andra sendiri belum turun, yang memberikan kesempatan bagi Lydia untuk membicarakan kejadian subuh tadi. "Sarah, kau harus benar-benar memperhatikan apa yang terjadi di paviliun belakang," buka Lydia, suaranya rendah namun penuh penekanan. "Subuh tadi, aku mendengar suara-suara intim dari kamar pelayan mudamu itu. Suara ranjang yang berderit dan tawa wanita yang sangat... menjijikkan untuk didengar di rumah ini." Sarah tertegun sejenak, namun kemudian ia tertawa kecil, berusaha menenangkan ibunya yang menurutnya terlalu sensitif. "Ma, Mama mungkin hanya salah dengar atau terlalu khawatir." Sarah duduk di hadapan ibunya, mencoba bersikap santai. "Dulu dia memang sangat dekat dengan mantan supir kita, namanya Bambang.
최신 업데이트 : 2026-01-02 더 보기