“Kamu siapa? Istri? Bukan. Kekasihku juga bukan, kenapa aku harus memberikan tubuhku padamu?” Kata-kata David terdengar dingin, lalu ia melanjutkan langkah keluar dari kamar tidur.Griselle tertegun, ia terduduk di tempat tidur.Marah? Tidak. Sedih? Tidak. Merasa direndahkan? Juga tidak. Kecewa? Ya, ia ingin lebih, tapi David tidak memberikannya. Ini pertama kali dalam hidupnya begitu menginginkan tubuhnya di masuki oleh seorang pria.Aku menyukai dia atau menyukai apa yang dia lakukan? Griselle bertanya dalam hati. Griselle teringat kembali senyum David sebelumnya, ia sangat menyukai senyum itu. Griselle sadar jika ia sudah tertarik pada pria ini.Griselle membasuh tubuhnya di kamar mandi, saat ia keluar, dia melihat sprei tempat tidur telah di ganti dengan yang baru. Dan ada secangkir teh panas beraroma mint yang terletak di meja samping tempat tidur."Minum lah, lalu istirahat, sudah larut malam.Besok baru pulang.” Suara David terdengar dari luar. Sudut bibir Griselle terangkat, d
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-11-23 อ่านเพิ่มเติม